Minggu, 12 September 2010 sekitar pukul 10.00 wib telah dilangsungkan acara "Prosesi Lamaran" keluarga besar H. Achmad Suherman kepada keluarga besar Bambang Sugiarto. Acara lamarannya Angga & Witha yang tercatat di dalam sejarah kehidupan CINTA kami.
Prosesi acara berjalan hikmat, rombongan berkumpul memarkir mobil mereka di proyek pasar rumput daerah manggarai, Jakarta. Sementara ahlul-bait bersiap2 merapihkan sajian dan tampilan yg sopan dan pantas untuk menyambutnya. Tak lama setelah mendapat aba2, rombongan sembari membawa makanan untuk diserahkan menelusuri trotoar di area tersebut... dari tukang gorengan ke tukang sepeda, hingga tibalah rombongan di pintu gerbang Mesjid Al'Abrar. Disambut dengan senyum hangat dan santun, hingga rombongan duduk memenuhi sebagian aula mesjid tersebut.
Pembawa acara menanyakan maksud rombongan dengan sopan, dan rombonganpun mengutarakan maksudnya tanpa ragu. Keluarga besarnya Angga, begitulah rombongan pendatang disapa, berbaur memecah riuh tawa di tengah keluarga besarnya Witha. Prosesi terus berjalan diiringi doa dan harapan orang tua kami. Hingga ditutup dengan menukar cincin sebagai tanda ikatan. Tanda bahwa sang perempuan telah sah di khitbah, dan tidak boleh satu orang pun yg melamarnya, hingga lamaran tsb resmi dibatalkan. Dalam fase ini peran sang bapak perempuan lebih berat, karena dia harus menjaga anak gadisnya layaknya dia menjaga kehormatan seluruh keluarga besarnya.
Tak lama para tamu lain pun memberi selamat kepada kami, atas tahapan yang telah kami tempuh dan kami kumandangkan dengan bangga kepada mereka. Tawa bahagia kembali pecah, dan silaturrahmi pun kembali warnai siang itu hingga lelah. Harapanku, dia lah yg Allah pilihkan untuk membasuh kakiku. Dan harapannya, akulah yg Allah pilihkan untuk menjadi Imam sholatnya. Hingga akad nanti, tanggung jawab kami juga menjadi jauh lebih berat. Selain menjaga CINTA yg kami tekadkan, kehormatan keluarga besar juga menjadi taruhannya. Semoga Allah memberi kemudahan bagi kami untuk selalu menggapaui ridhoNya.
Prosesi diakhiri dengan ramah-tamah, keluarga besarnya Angga meninggalkan aula mesjid. Langkah mereka diiringi ahlul-bait hingga menuju parkiran mobil. Disambut-pisah yang kembali terasa hangat.
-angga-